The Little Book of Sloth Phylosophy karya Jennifer McCartner

The Little Book of Sloth Phylosophy karya Jennifer McCartner

Buku bersampul merah muda dengan Judul The Little Book of Sloth Phylosophy karya Jennifer Mccartney ini sudah lama aku temukan. Tetapi, aku baru tertarik setelah membaca sekilas di Gramedia. 

Bahasa dan daftar isinya amat menarik, jadi aku tetap memutuskan membeli meski saat itu semua stok buku sudah dibuka :) . Lantas apa yang menarik dari buku ini? Mari kita bahas bersama di bawah ini!

Identitas Buku 

Judul         : The Little Book of Sloth Phylosophy

Penulis     : Jennifer McCartney

Penerbit   : Jakarta, 2021

Tebal         : 188 halaman

Blurb         :

Kerja 85 jam seminggu, olahraga ekstrem, dan makanan cepat saji, membuat kita kehilangan fokus terhadap diri sendiri. Melupakan salah satu hal penting bahwa diri sendiri juga butuh diperhatikan. 

Kungkang menawarkan pola hidup bahagia yang dapat membantumu memperlambat langkah, rileks, dan menemukan kembali keseimbangan diri. Buku ini berusaha menyingkirkan mitos yang terlalu rumit tentang produktivitas dan menegaskan bahwa tidak masalah bersantai ala Kungkang.

Ringkasan Buku 

Buku ini membahas tentang filosofi Kungkang dengan bahasa yang sederhana dan menarik. Kungkang terlihat seperti hewan yang lamban dan pemalas. Ternyata hewan ini juga produktif dengan caranya sendiri. Walaupun mereka lamban dan santai, mereka tetap bisa tidur, berkembang biak dan hidup lama. Ini membuktikan bahwa hidup produktif tidak selalu harus cepat.

 Saya rasa kebutuhan bukan inti dari penemuan. Menurut pendapat saya, penemuan itu munculsecara langsung dari ketidakaktifan, mungkin juga akibat dari kemalasan-untuk menghindari masalah ( Agatha Christie )

Insight Menarik dari Buku

1.  Mantra SLOW

Pada awal buku kita akan disuguhkan dengan mantra dari kehidupan Kungkang, yaitu SLOW. Mantra ini bisa dibilang semboyan mereka dalam menjalani hidup. S (Sleep in),  L (Leave your phone), O (Opt out) dan W (What's the rush). Mantra ini akan membuatmu fokus menikmati hidup dan tidak perlu terburu-buru untuk melakukan sesuatu. Untuk versi lengkapnya kamu bisa membaca langsung di buku ya!

2. Olahraga Tanpa Resiko Cedera

Ketika membaca bagian ini, aku tersadar jika ada banyak olahraga yang lembut dan tenang. Karena yang ada di kepala olahraga itu harus berkeringat seperti angkat beban atau lari. Nyatanya olahraga ala kungkang itu sangat santai dan menyenangkan. Olahraga yang disebut dalam buku yaitu Curling, Shuffleboard, Darts, Berendam, Croquet, Bocce.

3. Makan dengan Lamban

Kungkang tidak hanya bergerak lamban, tetapi metabolismenya juga menjadi paling lamban di antara hewan lainnya. Bahkan satu Kungkang membutuhkan satu bulan untuk mencerna makanan. Makan dengan lamban menjadi salah satu kebiasaan yang baik juga untuk manusia. 

Kita sebaiknya mengunyah makanan mulai dri 25 hingga 50 kali sebelum ditelan. Kebiasaan ini bisa menghindarkan kita dari obesitas. Siapa sangka, di Italia ternyata pernah ada gerakan makan lambat pada tahun 1980-an (Sejenak jadi ingat dengan sunah Rasulullah SAW ya 😊)

4. Antusias Sangat Penting dalam Hubungan

Kungkang punya ciri khas yang unik saat berkembang biak. Kungkang betina akan menjerit ketika siap kawin. Kungkang jantan yang siap kawin akan mendekat perlahan. Kungkang jantan tidak akan mendekati betina yang tiak menunjukkan tanda-tanda siap. Mereka hanya mau kawin ketika sama-sama antusias. Kebiasaan ini juga bisa kita tiru, sebaiknya kita hanya menjalani hubungan yang sama-sama antusias dan siap. Jadi, menjalinlah hubungan yang sehat seperti Kungkang ya!


Kemampuan kita untuk memberi dan menerima cinta dengan cara yang sehat, entah itu dalam sebuah hubungan pertemanan ataupun hubungan percintaan, dapat memiliki dampak yang besar pada tingkat kebahagiaan  (117:2021)

 

Gaya Penulisan Buku

Gaya penulisan buku ini sangat menarik. Ada gambar ilustrasi, pertanyaan untuk mengenal diri sendiri hingga hasil penelitian yang mengunakan bahasa ringkas. (Rasanya healing bangetlah selama baca, tau tau udah selesai baca😂)


The Little Book of Sloth Phylosophy


Amanat Penulis 

Amanat dari penulis yaitu kita disarankan untuk produktif ala Kungkang. Karena nyatanya kita tetap bisa produktif sembari menikmati hidup. Tidak perlu terburu-buru menjalani sesuatu. Fokus pada diri sendiri dan bersosialisasi ketika kita sedang mau atau antusias. 

Apa Buku ini Layak Dibaca?

Tentu saja. Buku ini cocok untuk kamu yang sedang mengalami burn out dan mulai kesulitan menjalani hidup santai tapi tetap produktif. Bisa jadi, kamu menemukan cara baru yang nyaman dalam menjalani hidup.


Baca Juga:

Kelebihan Buku

Kelebihan buku ini yaitu keunikan dan original yang menghanyutkan. Kita seperti sedang mengamati seekor Kungkang di tempat tinggal mereka, kemudian mendengarkan penulis menjelaskan kehidupan Kungkang. Satu kebiasaan Kungkang saja bisa jadi pelajaran yang menarik. Percayalah, kau akan belajar banyak hal dari buku ini

Kekurangan Buku

Menurutku tidak ada kekurangan dalam buku ini. 

Tentang Penulis

Jennifer McCartney merupakan penulis New York Times bestseller. Beliau lahir di sebuah kota kecil di Ontario, Kanada. Pemilik gelar B.A dari University of Guelph dan M. Phil dari University of Glasgow ini tingga di Brooklyn, New York.

Setelah membaca buku ini, aku menyadari bahwa tiap orang punya cara produktif yang berbeda. Dari luar mungkin Kungkang terlihat malas, padahal mereka sudah produktif sesuai dengan takaran mereka. Gimana, tertarik baca buku tentang Kungkang ini?


Posting Komentar

0 Komentar